Jumat, 22 November 2013

A Little Orange in the Big Apple (BAB 7)

7. Germans di Halaman Belakang

Ali dan Reynolds datang melalui pintu depan. Mereka berhenti untuk mengawasi ibu. Suara mesin pemotong rumput terdengar dari halaman belakang. Ternyata Ibu mereka sedang memotong rumput .
“Kau takkan mengatakan apa-apa kan?!” ancam Reynolds pada adiknya. Ali yang kehabisan napas hanya menggelengkan kepala dan mengangguk setuju atas permintaan kakaknya. Lalu mereka masuk kamar masing-masing. Di kamarnya Ali mulai berpikir tentang apa yang harus dilakukannya. Dia ingin menyembunyikan koin yang didapatnya dari mencuri botol karena dua alasan. Dia tak ingin Reynolds menemukannya dan uang itu menyimpan sebuah keburukan, terutama cara mendapatkannya.
Ia meletakkannya di salah satu kantong jubah mandinya di lemari. Baju dan tangannya kotor  semua karena aktifitas penggalian untuk mencuri botol. Ia membersihkan pakaiannya dan mencuci tangan di kamar mandi. Ia  bercermin dan mendapati wajahnya masih sedikit memerah, tapi setidaknya bersih. Diam-diam ia melongok ke kamar Reynolds yang sedikit terbuka. Kakaknya itu sedang santai melihat-lihat majalah ‘Boy’s Life”.
Ali memutuskan untuk menemui ibunya di halaman belakang. Mungkin bisa sedikit menenangkannya. Ia ingat, ketika ibunya membaca surat dari ayahnya dan mengatakan betapa sulitnya melakukan segala sesuatu sendirian sementara tak ada ayahnya.
“Hai.” sapa Ali sambil melambai pada ibunya yang masih mendorong pemotong rumput tua yang bising di sekitar pekarangan. Ibunya balas melambai cepat dan terus memotong rumput. Ali memandang halaman mereka. Sebenarnya tak banyak rumput untuk dipotong, hanya serumpun parasit yang kadang-kadang menggumpal diantara rerumputan hijau.
Ibunya menanam beberapa bunga dekat jendela yang disebut “Germans” sungguh lucu karena ia mengatakan keluarganya adalah orang Jerman dan datang ke Amerika dari sebuah negara yang disebut Jerman dahulu kala. Kadang-kadang membingungkan, mengapa ibunya selalu menunjukkannya berbagai letak-letak negara melalui globe.
“Ya” , ibunya pernah mengatakan padanya “Di sini adalah negara di mana kakek berasal.”
“Ibu, apakah aku boleh menyiram Germans?" celetuk Ali .
“Apa?”
“Bolehkah aku menyirami Germans yang dekat jendela?”
 Ibunya berhenti memotong, menyeka dahinya dengan bandana dan tersenyum pada putrinya.
“Sayang, bunga itu namannya Geranium, bukan Germans, Germans adalah sebutan orang-orang yang berasal dari Jerman seperti kakek. Dan tentu saja, kamu boleh manyiramnya.”
Ali menyalakan keran dan menyirami Geranium. Sebuah kata baru untuknya. Sepertinya setiap hari ada sesuatu yang baru untuk dipelajari.
“Jadi kenapa nama terakhir kita adalah Spain, apakah kita dari Spanyol, tempat Christopher Columbus pergi untuk mencari uang lalu datang ke California?” tanya Ali penasaran. Ia tahu hal-hal seperti itu dari sekolah dan juga dari Paman Mack yang selalu menceritakan kisah-kisah yang terjadi pada masa lampau. Ibu Ali duduk di beranda yang mengarah ke pintu belakang rumah dan memandangi rumput yang baru dipotongnya seraya menjawab pertanyaan putrinya.
“Christopher Columbus tidak datang ke California, tapi kamu benar bahwa ia pergi ke Spanyol untuk mencari uang dan berlayar ke Amerika. Nama belakang ayahmu Spain mungkin karena keluarganya datang dari Spanyol. Tapi kami tidak tahu pasti, karena itu sudah lama sekali.”
Ali berpikir tentang segala sesuatu yang diceritakan ibunya.
Saat itu Reynolds yang menguping obrolan mereka berteriak dari jendelanya yang terbuka.
“Kau begitu bodoh Ali!” Dia menertawakan dan mengejek adiknya.
“Cukup, Reynolds. Jangan ganggu adikmu!” teriak ibunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar