Selasa, 20 Agustus 2019

Mengobati Bisul Pada Bayi

Punya bayi itu setiap hari rasanya ada saja kejutan. Apalagi bayi yang baru lahir. Yang aku rasakan sih sampai usia empat bulan rasa ketar-ketir momong bayi itu selalu ada. Minimal sampai si kecil kuat menopang kepalanya. Kali ini kejutan itu dipersembahkan oleh bisul. Hadeuh, bayi kena bisul? Keselek asi sampai batuk-batuk aja gue panik. Apalagi kalau anak sedikit-sedikit rewel. Awalnya, pada malam hari itu anakku kok nggak bobok-bobok. Biasanya juga jam 09.00 WIB sudah angler, entah kenapa dia masih asyik tengkurep. Tapi waktu itu belum bisa balik telentang secara mandiri. Sambil kulihat-lihat kepalanya kok agak jendol dan ketara banget. Jendol yang kayak kejeduk gitu, tidak kelihatan mata bisul atau merah seperti digigit serangga. Panik dong! Duh jangan-jangan begini atau begitu. Ada saja hal buruk yang muncul di pikiran. 

Lantas kucoba menenangkan diri dengan browsing. Wajar saja bayi ada benjolan kemerahan. Itu adalah kelenjar getah bening yang sedang aktif, bisa karena bayi terlalu banyak bergerak sehingga berkeringat banyak. Namun, benjolan ini tidak berbahaya. begitulah kata google. Benar juga sih. Anakku memang sedang aktif banget, kepalanya sering keringetan banyak kalau habis berbaring dan terasa panas sekali. Tenang deh mamak baru.  Nah, besokannya embulku kayak makin rewel. Kupikir karena kecapekan  tengkurap. Bawa deh ke baby spa buat pijat. Tanya-tanya mbak yang memijat dikiranya kejeduk gitu. Karena benjol itu ketara banget. Pulang baby spa anakku bobonya anteng dan nyenyak. Namun malamnya ia mulai rewel lagi. Setiap diletakkan di kasur pasti nangis. Apa mungkin karena benjolan itu. 

Pertama aku seka-seka saja pakai air hangat. Besokannya mulai kelihatan deh benjolan merah itu. Karena makin rewel akhirnya ke puskesmas deh. Ketemu dokter lalu diraba-raba, benjolannya semakin jelas kemerahan melentung. Kayaknya bisul ya Bu? kata dokter. Beliau lalu meresepkan salep antibiotik. Agar tidak nyeri maka diresepkan parasetamol. Kebetulan aku sudah punya yang di rumah. Dokter juga meresepkan salep gentamycin. Sampai di rumah langsung kuoleskan. Tak lama anakku tidur. Aku meletakkannya di kasur bayi yang empuk yang dalamnya dakron. Lama sekali dia tidur. Saat bangun bisulnya sudah pecah. Kukeluarkan nanahnya menggunakan waslap yang dibasahi air hangat cenderung panas. Alhamdulillah setelah nanah keluar, anakku tidak begitu rewel. Agar cepat kering bekas lukanya, rutin kuoleskan salep. Sebenarnya aku nggak tahu persis sebab anakku bisa bisulan. Apakah alergi atau apa? Seingatku, waktu itu suhu badan anakku panas tapi bukan karena demam. Keringat di kepala itu banyak sekali. Apalagi kalau habis bangun tidur sampai-sampai alasnya basah, kadang kukira ompol. Jadi mungkin saja itu karena kelebihan keringat atau sarung bantalnya kotor. Jujur saja, waktu itu agak lama belum kucuci sih, hehe Mungkin juga karena alergi. Beberapa waktu sebelum mengetahui ada bisul. Aku makan mpek-mpek dengan cuko yang pedas. Bisa jadi ia alergi komposisi utama dari mpek-mpek, yakni ikan tenggiri. Ya itu hanya tebakanku saja sih. Selebihnya ya mungkin imunitasnya lagi nggak bagus. So, jadi begitulah caraku mengobati anak bisulan. Bawa ke dokter atau puskesmas saja jika khawatir. 



Setelah kubaca-baca di buku, penyebab bisul itu muncul bisa karena infeksi atau bakteri haemolytic staphylococcus aureus atau staph. Dia masuk melalui kulit yang terluka. Pengobatannya adalah kompres dengan air panas selama 3-4 menit setiap hari untuk mengurangi rasa sakit. Bisa juga menggunakan kapas steril dan menghangatkannya di air panas, letakkan di permukaan bisul. Ketika bisul sudah membentuk mata dan saluran nanah tutuplah dengan perban steril. Lalu kulit di sekitarnya dibersihkan sesering mungkin untuk mencegah timbulnya bisul lain. Untuk bisul yang punya satu mata bisa dibiarkan terbuka agar cepat kering.

Untuk mempercepat penyembuhan dan pencegahan, sajikan menu yang banyak mengandung serat seperti sayuran dan jus segar untuk mendetoksifikasi tubuh. Hindari makanan yang mengandung minyak, pastikan bayi/balita cukup minum air putih. Jika masih menyusu. Berikan asi sesering mungkin.  Begitulah pengalamanku mengtasi bisul pada bayi. Semoga bermanfaat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar