Sabtu, 17 November 2018

Kampanye ASI Ekslusif di Sekda Salatiga

Nggak kerasa, aku nulis ini udah masuk 8 bulan kehamilan. Duuh....nggak sabar pengin cepet ketemu anakku. Kali ini aku mau share tentang seminar asi eklusif yang diadakan oleh pemerintah kota Salatiga. Jadi, aku dan suami didaftarin oleh kader posyandu di kampungku untuk ikut acara ini. Tentunya kita nggak mau melewatkan kesempatan ini donk. Seneng deh di Salatiga ini sering diadakan kegiatan untuk mendukung ibu hamil. Setelah beberapa bulan yang lalu aku ikut kegiatan kelas hamil juga yang diadakan oleh Puskesmas Sidorejo Lor. Tentu ini sangat bermanfaat dong, apalagi buat aku yang baru pertama hamil dan nggak ngerti apa-apa. Sudah dapat ilmu dapat sangu pula, hehehehe.

Oh ya kampanye ASI eksklusif ini untuk mendukung para ibu supaya mau menyusui bayinya. Hal ini digencarkan juga untuk mencegah stunting atau kurang gizi pada anak. Karena pada dasarnya asi adalah makanan terbaik untuk bayi.
Pembicara kampanye ASI eksklusif ini didatangkan dari Jogja lho yaitu bapak Wawan Sugiyanto, beliau adalah konsultan lakstasi walaupun belum dikaruniai anak, ia begitu gencarnya mengampanyekan ASI eksklusif.


Nah, di sini beliau menjelaskan tentang waktu terbaik untuk pertumbuhan anak. Apakah ketika anak sudah lahir atau bagaimana? Ternyata waktu terbaik itu ketika 1000 hari pertama kehidupan. Yakni ketika masih janin di kandungan. Jadi ketika seseorang wanita mengetahui bahwa ia hamil, wajib baginya untuk memenuhi nutrisi selama kehamilan. Apalagi ketika trimester 1 di saat proses pembentukan organ-organ. Pada saat itu mulailah sel otak tumbuh sebesar 80 % hingga 2 tahun kehidupan. Sehingga jangan sampai seorang anak mengalami kurang gizi kronis. Karena hal ini dapat menyebabkan aspek kognitif kurang pada anak sehingga bisa saja sulit menangkap pelajaran di sekolah. 

Jadi, makanan seperti apa sih yang baik untuk anak. Ya, tentunya makanan bergizi baik donk.
Makanan adekuat (memenuhi syarat)
1. Asi eksklusif, bayi hanya minum asi saja selama 6 bulan  
2. Buah dan sayur. Selain itu, faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah
3. Pola asuh 
4. Sanitasi, salah satu contohnya adalah cuci tangan sebelum menyuapi bayi.
5. Pelayanan kesehatan

Nah, berikut adalah standar emas makanan bayi
1. Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
2. ASI eskklusif dari 0-6 bulan
3. MPASI (lebih baik makanan keluarga yang dimasak sendiri)
4. Menyusui sampai 2 tahun.

Bagaimana sih cara menyusui bayi
1. Menyusui dengan benar, yaitu menyusui bayi kapan saja ia mau
2. Memberi makan yang benar atau memberi makanan pendamping asi (MPASI) setelah bayi berusia 6 bulan. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kelahiran. Bukan ibu hanya ibu yang mengandung saja lho yang siap-siap. Peran suami juga penting.
1.  Mencari info menyusui bersama suami
2. Cari tempat persalinan yang pro IMD
3. Upayakan persalinan normal
4. Siapkan fisik, mental, dukungan keluarga dan sosial juga penting

Tips agar ASI cepat keluar, apa saja sih?

-          IMD (Inisiasi Menysui Dini) minimal 1 jam, pastikan hidung bayi tetap terbuka jangan sampai menempel lama di payudara sehingga ia tidak bisa bernapas dengan baik. Suami bisa membantu mengawasi
-          Usahakan untuk bisa rawat gabung, yakni ibu dan bayi berada dalam satu kamar
-          Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan untuk terus menyemangati agar ibu bisa menASIhi
-          Berpikir positif dan niat yang kuat agar bisa menyusui.
Bagaimana sih ASI itu diproduksi?

 1. Alveoli yaiutu pabrik asi disalurkan melalui ductus (saluran asi)
       2. Puting
       3Aereola
       4.  Lemak penyangga

Ketika bayi menyusu Prolaktin berfungsi memerintahkan pabrik untuk stok menyusui selanjutnya. Prolaktin juga bisa menekan ovulasi yang berfungsi sebagai KB alami.
Sedangkan oksitosin akan memerintahkan pabrik asi untuk  menyusui saat itu juga.

Bagaimanakah cara menyusui dengan baik? Sebenarnya ini ada sih di buku KIA.  
1.      Pelekatan yang baik apabila mulut bayi masuk ke aereola.
2.      Dagu bayi menempel
3.      Kepala dan badan berada dalam satu garis lurus.
4.      Ibu mendekap badan bayi
5.      Bayi menghadap badan ibu

Makanan yang dipertimbangkan dalam memberi makanan  bayi adalah
1. Variasi
2. Tekstur
3.  Rasa
4. Usia
5. Frekuensi atau berapa kali sehari makanan itu diberikan
6.  Responsif ketika anak tidak mau makan.
7. Kebersihan
8. Jumlahnya.

Bagaimanakah tekstur yang baik untuk makanan bayi?
1. Harus kental, bisa dicampur ASI
2. Variasi makanan 4 bintang yang terdiri dari karbo, nasi, roti, buah dan sayur, kacang-kacangan/makanan olahannya serta mengandung protein hewani.


Sabtu, 29 September 2018

Macam-macam program Hamil yang Kujalani

Saat menulis ini aku sedang hamil 26 minggu setelah menunggu hampir 1,5 tahun lamanya. Sambil sesekali ditemani tendangan kecil calon bayiku di dalam perut, lucu deh. Apa sih yang ditunggu pasangan yang baru menikah selain menantikan hadirnya buah hati yang segera diamanahkan oleh Allah. Tapi sebenarnya pasca menikah aku dan suami saat itu belum memikirkan tentang kehamilan dan punya anak. Kami sangat santai perihal itu. Sementara, aku sangat mensyukuri bahwa akhirnya kami berjodoh hingga menikah. Sampai di titik ini saja aku sudah merasa sangat beruntung. Suatu hal dulu sepertinya sangat sulit kami raih. Setelah satu-persatu teman-teman kami melepas masa lajangnya. Sementara aku dan dia yang pacaran selama 5 tahun seperti mentok saja pada suatu keadaan yang begitu saja. Seolah jalan semua buntu. Membicarakan pernikahan seperti sebuah omong kosong dan cita-cita yang menggantung di udara. Hingga pada suatu waktu jalan itu terbuka dan kami bersatu sebagai suami istri. Bertemu tak lagi ngemper sampai terkantuk-kantuk karena rindu belum tandas. Bisa ijab qobul aja udah bagus, nggak kepikiran deh konsep menikah, rias, baju atawa bulan madu. Segini aja sudah bahagianya tiada tara. Duh, menulis ini aku sampai meneteskan air mata. Kini aku berpikir bahwa memang apa yang kita jalani dalam hidup sudah ada ketetapan dari Tuhan. Jadi apa yang harus kutuntut lagi demi asumsi kebahagiaan lain yang kumau?





Bahagianya bisa berdua terus



Aku masih menikmati keberuntunganku telah bisa bersamanya setiap hari. Lalu, pertanyaan demi pertanyaan datang. Pemandangan tentang sehabis menikah ya harusnya punya anak menyeruak ke hadapan dan mengusik dalam kehidupan. Padahal kami baru menyelami menjadi manusia baru, menyesuaikan ritme gerak yang dulu sangat berbeda ketika masih sendiri. Mengalami suatu hal yang dulu kami anggap mudah tapi kenyataannya sulit. Sedang saling belajar tentang segalanya. Hingga kami mulai merasa sedikit sepaneng yang membuatku bertanya kenapa ya, kok aku nggak dikasih hamil cepet kayak yang lain? kok pada gampang-gampang sih tekdung habis merid? Apa ada yang nggak beres sama kita berdua? Apa udah bener cara bercintanya? dan pertanyaan-pertanyaan dalam benak yang nggak habis-habis. Hingga suatu hari aku mulai belajar tentang kehamilan dan mulai mengenal apa itu program hamil. Sampai aku hamil saat ini beberapa cara untuk hamil dari yang logis sampai kedengeran konyol kulakukan.



Pertama tentu aku googling dulu program hamil itu ngapain sih? Oh ya ternyata paling tidak harus mengetahui masa subur mencocokkan dengan siklus menstruasi ketemulah waktu yang bagus untuk berhubungan. Di mana kemungkinan untuk hamil punya peluang tinggi. Duh, ini aku aja baru ngerti. Ya ini sekedar pengetahuan sederhana yang pasti harusnya perempuan menikah tahu. Nah, dari situ aku download deh aplikasi di Playstore namanya kalender saya. Di situ kita tinggal masukin tanggal mulai haid, berapa hari lamanya dll. Nanti dia ngitung sendiri tanggal-tanggal masa subur dan ovulasi. Terus prediksi tanggal haid berikutnya.  Lumayan akurat sih, jadi cukup membantu buat yang sedang menantikan buah hati.


Selain itu aku juga mulai mikir deh buat olahraga. Sampai-sampai ada tuh beberapa video zumba yang kudownload dari yutub. Mayan bikin keringetan sih, kalau zumba kan nggak gitu boring karena gerakannya kayak joget gitu. Pertama-tama sih tiap hari. Habis itu cuma kadang-kadang. Oh ya, sempat sebulan aku lari tiap pagi sama suamiku sampai beli sepatu olahraga segala. Dari rumah jalan sampai ke lapangan Pancasila. Dasarnya emang kita suka jalan. Jadi, seneng aja gitu bisa joging bareng.


Terus,  aku juga minum susu prenagen esensis, selain kemakan iklan juga karena latah aja soalnya di grup ibu hamil pada konsumsi itu. Dasarnya aku suka susu ya nggak masalah sih. Aku minum itu selama dua bulan aja kayaknya. Habis 3 kardus ukuran kecil, semua rasa udah aku coba coklat, vanila sama moka. Yang moka enak, pas pipis jadi kayak bau kopi, hehehe. Hasilnya? Ya....belum berhasil. Tapi menurutku susu itu nggak rekomen sih kalau buat promil sama orang yang mudah gemuk. Walaupun judulnya low fat dan nggak gitu manis. Tapi kalau udah bakat gemuk ya bisa aja jadi nambah berat badan.


Udah gitu, aku minum madu subur kandungan warna kuning yang gambar ibu hamil. Sekarang kayaknya ganti judul jadi Madu Suka. Aku cuma beli satu botol dan itu masih nyisa dikit karena madunya mengendap dan nggumpal gitu, semut-semut pun suka sama dia. Madu ini aku konsumsi sama jus wortel, tomat dan apel malang. Itu jus 3 diva yang biasa buat promil jadi setelah jusnya di saring campurin madunya kesitu. Kalau ini aku konsumsi cukup lama sih. Walau nggak rutin setiap hari. Tapi kayaknya yang paling telaten ngejus ini.

Aku minum jus ini sama suamiku kalau dia minta kasih gula sedangkan aku cukup pakai madu aja udah doyan.


Hal konyol yang pernah kulakuin saking gemesnya yaitu, ujan-ujanan. Tapi pas hujan lagi deras-derasnya. Katanya ibarat tanaman, manusia pun bisa subur kalau diguyur air hujan. Jadilah diriku terkompori akan hal ini. Ada sih beberapa kali aku hujan-hujanan, lama-lama males juga, dingiiin banged.



Bulan demi bulan terlewati dan tamu bulanan masih datang juga. Walau kadang kecewa tapi tetep aku harus bersyukur karena tidak ada masalah dalam siklus menstruasiku. Selalu rutin datang tiap bulan, jadi bolehlah berlega hati mungkin belum rezekinya untuk dikasih amanah. Tapi ya gitu deh perasaan emang nggak bisa bohong, dalam hati pasti bertanya-tanya kapan ya giliranku hamil. Sampe-sampe pas ngerjain apa gitu sempet aja kepikiran. Padahal ya kita udah nyoba selow. Jangan kepikiran, nggak usah sepaneng ntar kalau waktunya pasti dikasih. Walau gitu tetep aku mikir, apa lagi ya. Apa jangan-jangan ada kista atau penyakit lain di rahimku. Misal sel telur kecil-kecil atau rahim retro dll. Jadi sulit buat untuk dibuahi. Akhirnya sampai bulan ke sebelas pernikahan aku ke dokter untuk cek kandunga sekalian program hamil sih. Sampai di klinik ini, aku ketemu dokter yang banyak bilang sih recommended. Nggak begitu ngantri lama, giliranku masuk dan mulai cek rahim dengan usg. Alhamdulillah semua sehat. Terus dokternya cuma ngasih 3 tanggal top untuk berhubungan setelah tanya HPHT, di situ kita kaya udah kayak terbungkam, blank dan nggak tahu mau tanya apa lagi. Karena kesan periksa ke dokter kandungan itu kayak diburu-buru. Menurutku, emang kurang tepat sih konsultasi promil ke dokter kandungan. Apalagi dengan masalah kompleks. Dan ya sudah, cuma gitu doank, nggak ada obrolan gimana-gimana yanh buat kita puas. Dokternya cuma pesan kalau belum berhasil sebaiknya balik lagi pas haid hari ke dua. Keluar dari ruang periksa dikasih resep obat starmuno sama vitamin, yang kuduga sih itu kayak semacam asam folat. Semua habis sebanyak 320 rb. 

Jumat, 13 Juli 2018

Awal Trimester II, Apa saja yang dirasakan?

Hari ini, dilihat dari hitungan USG kehamilanku sudah memasuki 13 minggu 4 hari. Itu artinya sudah memasuki trimester II. Rasanya ngga sabar deh melalui bulan demi bulan untuk melihat si jabang bayi. Haaa? aku bakal jadi ibu. Nggak kebayang deh. Lapar aja kadang gua masih nangis. Iya, itu emang bener. Apalagi ditambah akumulasi berbagai perasaan yang tahu-tahu muncul akibat overthinking, kesel manalagi lapar nggak ada makanan pula. Jujur sih, hamil ini jadi sering banget laper padahal baru juga makan nasi, tiba-tiba krucuk-krucuk lagi. Lha masak mau nyaplok nasi maning? pasti males lah. Padahal udah nggak bebikinan, ya terpaksa deh kadang nahan lapar. Udah nyetok jajanan ya tetep aja bentaran lapar lagi. Kebo banget daaah gua. 


Jujur saja sih, trimester II ini badan udah enakan. Nggak gitu males-males banget deh kayak pas trimester I. Aku udah mulai masak makananku sendiri, walaupun masih ada yang jajan juga (itu sih pasti). Tapi aku merasa lebih baik dengan kondisi badan, perasaan dan pikiranku saat ini. Untuk perubahan fisik yakni perut bawah udah buncit banget, hehehe. Sampai-sampai bidan aja mengira aku hamil 5 bulan, wkwkwkwk. Aduh buuk, aku belum hamil aja dikata tekdung. Udah hamil gini ya tambah-tambah deh. Oh ya, terakhir kemarin ke dokter beratku 48.6. Yep naik 2 kilo sebelum hamil. Kata dokter sih normal,  ya secara makanku kan emang ganas banget. Di bulan ini aku lebih sering minum vitamin, padahal harusnya vitamin itu udah habis bulan lalu. Karena kemarin pas puasa itu aku males banget minumnya. Vitamin yang kuminumitu adalah kalsium dan DHA. Yang kalsium ini sepertinya ada efek lho. Soalnya pinggang yang kadang pegel jadi agak berkurang. Kalsium ini juga bagus untuk pertumbuhan tulang janin.  

Pas 12 minggu itu aku sering banget pipis. Tiap malam hampir kebangun bisa sampai 3 kali dan itu rasanya kayak penuh banget kandung kemih itu. Padahal air seninya juga hanya keluar sedikit. Awalnya sih kupikir wajar aja karena mungkin kedesak rahim yang mulai membesar. Tapi masak sih sampai segitu seringnya, kadang baru pipis udah kayak mau keluar lagi. Terus aku menerka-nerka apakah ini gegara jambu air? Pas minggu-minggu kemarin itu memang lagi musim jambu air. Dan aku sering beli, sekilo bisa kuhabisin sendiri. Rakus emang, hehehehe. Efeknya? pipis itu kayak nggak bisa ditahan. Beda banget rasanya kalau kebanyakan minum, emang beser sih tapi nggak gitu parah sampai kadang sakit. Istilah jawanya adalah sudu'en, jadi kayak ada angin yang kejebak di kandung kemih gitu. Mulai dari perkiraan itu aku stop deh beli jambu air, padahal seger banget deh ah. 

Selasa, 19 Juni 2018

Periksa Kandungan di RS Puri Asih Salatiga

Sejak telat haid sekitar semingguan aku nggak sabar buat ke dokter. Ya pengin tahu aja kayak gimana sih kondisi dalam rahim ketika hamil. Ini entah aku yang nggak sabaran atau karena pengalaman pertama hamil , jadi aku pengin menjaga sebaik-baiknya. Keputusan yang kami ambil adalah memeriksakan kandungan di RS Puri Asih Salatiga. Alasannya adalah beberapa temanku periksa dan lahiran juga di sana. Untuk dr Spognya sih ya ngikutin yang praktek itu siapa. Yaudah sih cus. Kalau kata temanku sih  dr. Zaky itu asyik, beliau suka menerangkan secara detail. Dan aku pengin sih dapat dokter yang komunikatif. Setelah pengalaman promil dapat dokter yang kayak memburu waktu dan antrian gitu. Jadi udah deh nggak ada komunikasi atau pengetahuan yang didapat. Padahal pertanyaan di kepala itu banyak banget.
Hari Senin pagi itu aku mendatangi Puri Asih Salatiga bersama suamiku. Sempat bingung dengan alur pendaftaran dan riuhnya para pasien yang berjubel, akhirnya kami dapat antrian setelah tanya-tanya. Tiba antrian kami receptionist menulis data pasien. Dan karena kita nggak pakai BPJS, so, harus bayar dulu sebesar 130 untuk tindakan dokter. Pada saat itu dokter yang bertugas bukan dokter yang kuinginkan melainkan dokter pengganti. Ya sudahlah nggak apa-apa kepalang tanggung udah di sini juga.
Setelah registrasi rampung kami mulai mengantri di ruang periksa kandungan. Di sana aku menyerahkan map yang berisi dataku pada perawat yang berjaga di depan. Jujur sih mejanya cukup berantakan dengan map-map pasien lain yang belum tertata. Aku nggak terlalu memerhatikan dapat giliran nomer berapa untuk periksa. Tak menunggu lama, aku dipanggil untuk cek tensi darah dan berat badan. Pada saat itu dapat perawat yang sepertinya agak nggak sabaran. “Ibu udah tes ppt?” tanya dia. Apa mbak tespek?” tanyaku. Dia senyum ngeledek. “Itu lho bu, tes pipis.” Lha, meneketehe tes ppt itu tes urin. Ah ya sudahlah, males juga bahas yang nggak enak-enak. Karena bakal ada yang nggak enak berikutnya.
Dalam sesi menunggu itu aku, aku memerhatikan sekeliling. Ada yang lebih lama menunggu dariku tapi belum dipanggil-panggil. Sedangkan, ada yang baru datang langsung masuk ruang periksa. Aduh, langsung negative thiking deh. Kok ruwet yah? Tapi ini masih disimpen saja sih di hati. Akhirnya tiba juga giliran periksa. Perasaan sih masih biasa saja, cuma bertanya-tanya kira-kira udah kelihatan belum ya?
Buka pintu terpampang seorang dokter yang kelihatan masih muda. Roman-romannya mirip dr strange. Aduh, sebenarnya aku agak males sih untuk cerita bagian periksa ini. Karena dokternya sama sekali nggak asik dan irit ngomong kalau nggak ditanya. Seingatku Cuma ditanya HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) habis itu berbaring buat usg perut. Diusek-usek dengan alat ternyata rahimku belum kelihatan apa-apa, wajar sih baru telat 5 hari. Bahkan kantungnya saja belum ada. “Saya usg lewat bawah ya” kata dokter. Aduh, males banget deh sebenarnya. Tapi kenapa aku tak sanggup menolak. Padahal ya harusnya nih, dokter memberikan opsi apa mau diperiksa trans v apa datang beberapa minggu lagi gitu kek. Ini nggak tau kenapa aku jadi sebel banget. Ya nggak sama dokternya juga sih. Sama diriku sendiri juga, kenapa juga gua diem ajah. Ya udah diperiksa deh transvaginal lewat jalan lahir. Jadi kayak ada alat semacam tongkat gitu dimasukin. Sakit sih enggak. Tapi rasanya nggak nyaman banget deh, mana agak lama lagi itu ditusuk-tusuk, wkwkwkwk. *sateekalee. Nyatanya belum juga kelihatan apa-apa. So, aku hanya disarankan untuk balik lagi satu bulan. Sama diresepin folavit dan obat penguat kandungan. Ini aku juga agak nyesel, kenapa harus gitu dikasih obat penguat padahal juga belum kelihatan apa-apa. mana tuh obat mahal lagi. Pada akhirnya nggak kuminum juga. Kenapa nggak kuminum? Nah diperiksa kehamilan kedua nanti akan kuceritakan. Jadi yang kuminum cuma folavit karena aku tahu ini suplemen penting juga untuk mencegah kecacatan karena mengandung asam folalt yang sangat dibutuhkan janin.

Selasa, 12 Juni 2018

Trimester I, Feel Hopeless, Cuma Pengin Makan Enak

Pikiranku lagi benar-benar kacau. Nggak tahu, apakah ini merupakan bagian mood swing ibu hamil. Tapi aku kerap merasakan perasaan seperti ini. Sebelum hamil juga. Yang jelas, hi kalut dan nggak tahu mesti ngapain. Padahal biasanya aku bisa menghilangkannya dengan mencoba-coba resep baru. Tapi, kali ini aku lagi males, semales-malesnya. Setiap bangun tidur badan rasanya nggak enak. Rasanya nggak bugar kayak biasanya. Jadiii, aku seringnya malah tiduran terus. Sungguh aku pun merasa merugi.

Terhitung, sejak HPHT tanggal 30 Maret sebenarnya aku nggak terlalu merasakan perubahan layaknya orang hamil. Tapi yang kerasa banget adalah PD jadi lebih kenceng, besar dan sakit. Kadang-kadang mual sih, cuma kayak kembung aja. Terus kalau habis bangun tidur bawaannya lemes banget. Tapi yang kayak gini harus dipaksain buat bangun dan beraktifitas, kalau nggak gitu malah badan rasanya nggak karu-karuan.

Jadi selama tahu hamil ini aktifitasku cuma ngerjain kerjaan rumah tangga aja. Pengin sih open order. Tapi kadang aku nggak yakin dengan kondisi fisikku yang berubah-ubah. Yang tahu-tahu lemes gitu aja. Lagian, kayaknya jalan sudah tidak segesit biasanya. Aduh, aku jadi tambah galau nih. Yups, ini yang kurasakan di minggu ke 5-6 kehamilanku.

Menuju minggu ke 7 badanku mulai enakan, padahal sempat mual ringan. Ringan banget sampai aku pikir ini sih paling mual kemasukan angin, hehehe. Soalnya aku merasa seterusnya biasa aja. Sehingga aku memutuskan untuk puasa karena nggak ada punya keluhan apapun. Aku masih doyan makan macem-macem. Jadi kupikir, nggak ada alasan untuk nggak puasa dong. Dengan puasa, malah badanku tambah enakan. Nggak ada mual sama sekali. Kadang sempat terbersit, ini beneran nggak sih aku hamil. Dari tanda yang masih kuyakini adalah, sampai detik ini PD masih sakit, tambah kencang dan padet. Di minggu ini aku mulai mau masak lagi, bikin es blewah, nggoreng kerupuk, nyayur dan bikin bakwan buat buka. Yups, aku kembali menyentuh dapur. Sayangnya, masih males banget untuk bikin aneka kue. Minggu-minggu ini sebenarnya aku sedang membangkitkan motivasi untukku sendiri. Sometimes, aku memang ngerasa hopeless. Yups, karena aku nggak berpenghasilan. Entah karena aku males atau takut terlalu capek. Karena setiap pekerjaan pasti butuh gerak cepat apalagi itu menyangkut tanggung jawab terhadap orang lain. Di sisi lain, aku merasa kayak nggak apa-apa. Tapi mengingat bahwa aku sedang hamil dan puasa pula. Aku urung untuk open order. Jadi, aku sebenarnya sedang krisis percaya diri dan kebanggaan bahkan untuk ngobrol-ngobrol receh tentang punya rumah dan bercanda masa depan dengan suamiku. 

Di Minggu ke 8 aku periksa ke dokter untuk yang kedua kalinya, semua baik-baik saja (akan kuceritakan di post selanjutnya) aku nggak punya keluhan sama sekali, laiknya cerita kebanyakan orang yang begitu menderita di trimester 1. Tentu aku sangat bersyukur sekali bahwa aku bisa makan apa saja yang kusuka. Yup mumpung suami lagi manjain dan nggak protes aku beli makanan yang enak-enak. Mungkin dia juga harus bersyukur istrinya hamil ngebo, dan nggak mesti ngurusin muntahan dan tetek bengek keluh kesah hamil trimester 1.   

Minggu ke 9 dan 10 sampai detik ini masih sama saja rasanya seperti minggu ke 8. Dan masih puasa sampai H-2. Cuma aku tuh suka banyak pikiran, misal ada masalah aku suka kepikiran banget sampai kadang tahu-tahu nangis sendiri sampai suamiku aja sering bingung. Oh ya, aku masih bisa makan apa saja *dengan catatan hanya yang kusuka. Jadi setiap buka puasa aku sering jajan di luar. Aku sama sekali nggak selera makan masakanku sendiri pun lauk-lauk yang dijual selama ramadhan. Iya sih, lidahku emang manja banget. Jadi makanan kesukaanku itu adalah ikan nila goreng, sambal udang, plencing kangkung ala SS itu favorit banget, terus nasi padang dengan lauk ayam goreng dada, sambel ijo dan sayur-sayuran ala padang. Hmm, habis itu apa yah, nasi goreng juga enak. Paling irit ya nasi kucing deh. itu pun satu tempat doang yang cocok di lidah. Suamiku sih manut-manut aja. Yup karena aku tekankan lagi sama dia bahwa dia harus bersyukur punya istri hamilnya enak banget, cuma ribet soal makan, lu turutin selera makan gua. Gitu aja gue udah bahagia, hehe. Maaf ya.

Oh ya masalah mood swing ini. Bener-bener harus butuh dukungan dan pengertian. Karena perasaan wanita yang sedang mengandung itu cenderung labil. Jadi, misal disinggung sedikit aja kayak udah disakitin sedemikian rupa. Iya, kedengeran lebai sih. Tapi memang itulah yang terjadi. Bahkan ada orang yang ketika ngelihat orang yang bikin sebel jadi benciiinya kebangetan. Tapi aku nggak, cuma emang sensitif banget. Udah dasarnya aku mudah sakit hati anaknya. Ya begitulah, karena ini pengaruh hormonal yang dikaitkan dengan hormon kortisol. Jadi, beruntunglah kita yang punya suami sabar, bisa menghibur dan maklum dengan kondisi emosional ini. Kayak aku misal jadi sering bete padahal ini nggak bagus juga buat janin. Sebenarnya dengan cerita begini agak meringankan pikiran. Jadi nulis ini jadi media buat katarsisku dan berusaha meringankan pikiranku dan mengkhawatirkan banyak hal. Buat para bumil semoga bisa bahagia terus ya sampai lahiran nanti. Semangat!

Selasa, 01 Mei 2018

Alhamdulillah, Akhirnya Positif

Ya Allah aku sampai lupa sujud syukur ketika mengetahui 2 strip muncul di garis test packku. Nggak sabar ngasih tahu suami berita gembira ini. Padahal dia masih tidoor. Ya, hari itu tepat 2 hari setelah haid aku coba tes. Sekitar jam 03.30 pagi aku bangun dan menampung urin pertama. Beberapa detik kemudian muncullah 2 garis yang sangat terang. Buru-buru ke kamar dan mendapati suamiku sudah ngulet-ngulet. Kukasih tahu dia dengan senyum yang semringah. Dia sendiri langsung melek seketika seakan tak percaya setelah penantian hampir 1.5 tahun. Akhirnya gol juga. Padahal rencananya jika aku haid bulan ini kami mau promil lagi ke dokter pada hari kedua menstruasi. Setelah sebelumnya kami juga pernah ke dokter. Dan hasilnya memang tidak ada masalah pada peranakkanku. Tinggal sabar saja. 

Jadi ceritanya, sebelum aku tahu hamil. Sekitar 10 hari menjelang jadwal menstruasi. Aku udah merasakan payudara (PD) sakit, pinggang pegal persis banget tanda-tanda kalau mau haid. Beda tipisnya nih, sakit di PD ini agak lebih nyeri sedikit. Ya udah sih, aku udah ngerasa pasti mau haid lagi. Walau agak kecewa tapi ya gimana lagi kalau memang belum dikasih yakan? mending gue praktekin resep-resep baru biar hidup makin bermanfaat dan pastinya ngilangin sedih. So, aku beraktivitas seperti biasanya, nerima orderan kue, belanja bahan-bahannya sampe keliling kota dari ujung-ke ujung jalan kaki. Nah di situlah aku merasakan capek yang luar biasa. Sampai besokannya capek itu nggak ilang-ilang. Jadi seluruh badan itu rasanya linu dan cenut-cenut. Di situ aku malah berpikir apakah gue asam urat ataukah kolesterol? berhubung badan tambah melar tak terkendali. hehehe. 


Hasil tespek tanggal 28 April

Maklum karena bulan April ini makanku sungguh banyak makan yang tidak bergizi. Mungkin karena desperate sehingga bodo amatlah, serah gue mau makan apa yang pengin dimakan meskipun sarat dengan micin. Sekitar H-5 - H-3 aku merasakan perut mulai mules seperti mau haid tapi ringaaan banget. Ini sih sama seperti yang kurasakan bulan-bulan lalu juga. So, aku sudah nggak mau kegeeran kalau belum bener-bener terlambat haid. Karena jatohnya bakalan sakit banget. Nah, pas hari H jadwalnya menstruasi, badanku kerasa nggak enak banget. Selain cuaca yang panas ditambah aku minum es which is aku jarang banget minum dingin. So, wajar kalau tiba-tiba aku tumbang, ngerasain tenggorokan sakit, demam plus kepala pening. Jadi yang aku rasain adalah gerah banget, suhu tubuh anget, dan pusing tapi lebih ringan dibanding demam radang tenggorokan. Jadi sakit yang smooth gitu, hahaha *paansih. 

Nah, tiga harian setelahnya rasanya udah enakan. Terus deh, kita mikir kapan ya bagusnya buat ke dokter. Beberapa bilang sih nunggu telat 2 minggu. Tapi ada yang saran untuk secepatnya. Ya, aku pikir karena ini bakal anak pertama kita seharusnya lebih cepat-lebih baik, minimal dapat vitamin lah. Jadi telat hari kelima aku dan suami pun ke dokter. Oke deh, next postingan bakal kuceritakan pengalaman ke dokter kandungan. 

Sekarang aku mau menerka-nerka apa ya kira-kira yang berhasil membuatku hamil bulan April ini. Dipikir-pikir justru asupan gizi bulan itu kurang banget, bahkan aku minum kopi sampai 3 kali, yang sebelum-sebelumnya aku sangat menghindari minuman-minuman sachetan. Bahkan biasanya aku bikin jus 3 diva agak rutin. Kemarin sama sekali enggak. Cuma emang aku latah sih ikut-ikutan di grup hamil promil folavit sama ever E. Itu juga nggak rutin kuminum, kalau inget aja. Mungkin nih ya....dari pihak suami. Karena selama ini aku doang yang digelonggong vitamin. Jadi kita beli madu SP buat suami. Madu SP itu madu subur pria. Nah, jodohnya madu Al Mabruroh, (kalau buat cewek). 

Madu ini diminum sebelum berhubungan. Mungkinkah karena ini? 
wallahu alam bisshowab, atau mungkinkah memang sudah rezekinya dikasih bulan ini. Atau karena doaku yang lebih detail? Aku minta sama Allah untuk mengamanahiku kehamilan pada bulan April/Mei 2018. Jadi, aku menyebutkan doaku secara lebih spesifik. Ya, karena Mei adalah bulan lahirku. Ternyata Allah mengijabah doaku lebih cepat, atau mungkin dari orang lain yang mendoakanku. Semoga saja aku dan suamiku bisa menjaga amanahNya dengan baik. Amin

Selasa, 24 April 2018

Begini Rasanya Memulai Usaha Baru?

Jadi, mungkin sudah sebulanan ini aku mulai jualan kue. Setelah sejak tahun 2015 aku bergelut dengan clay. Sampai aku putuskan untuk memulai usaha baru. Tetep sih nggak jauh dari tepung-tepungan. Bedanya, satunya buat dipajang, satunya bisa dimakan. Menurutku, pasar untuk kue itu lebih luas walaupun ini terdengar mainstream banget. Setelah menjamurnya usaha kue artis di penjuru kota Indonesia. Biarlah, justru dari situ aku terinspirasi pengin punya produk sendiri. Aku selalu kagum dengan orang-orang yang punya usaha, terutama di bidang kuliner. Entah dia buat sambel, rendang dan segala jenis lauk pun makanan yang dikemas dengan baik sehingga bisa diperjualbelikan.

Awal aku memutuskan untuk mecoba peruntungan di usaha kue ini karena pesanan untuk clay mulai sepi. Ini kemungkinan karena aku jarang iklan dan tidak inovatif. Produkku mandek di model yang itu-itu saja. Aku pun nggak mencoba membuat bentuk baru yang lebih variatif. Bisa jadi kebosanan melandaku, sehingga semangatku di clay ini sangat menurun. Sebenarnya pasar souvenir clay ini termasuk bagus. Selain unik, lucu dan sangat jarang orang bisa dengan keahlian ini. Apalagi, clayku ini termasuk murah. Tapi, apa mau dikata hidup terus berjalan, tak bisa mengandalkan satu sumber penghasilan. Lagi, aku punya cita-cita untuk punya rumah sendiri. Itu sangat berat, masak suamiku saja? kasihan dia. hehehe. 

Jujur, keuntungan jualan clay dan makanan itu tidak bisa dibandingkan. Apalagi di awal-awal begini. Dalam clay keuntungan bisa hampir 70 % karena di sini yang dibeli adalah kreativitas. skill dan imajinasi, bahannya pun murah karena buat sendiri. Sedangkan kue, bahan-bahannya banyak, modal yang dikeluarkan dan keuntungan yang didapat beda tipis. Misalkan untuk membeli bahan-bahan lagi, hanya tersisa beberapa puluh ribu. Dan capeknya itu luar biasa ketika pesanan sedang banyak-banyaknya. Bayangkan, aku harus mencuci bowl mixer dan pengaduknya berulang-ulang kali setiap digunakan untuk memixer satu loyang kue. Untuk dipakai lagi harus dilap sebersih-bersihnya sampai tidak ada tetesan air, karena itu bakal bikin kue bantet, sehingga aku mengelapnya pakai tisu. Karena lap kurang maximal menyerap air. 

Belum sampai di situ. Terlebih yang menguras tenaga adalah ketika konsumen minta delivery order. Mau bagaimana lagi, demi produk bisa dikenal masyarakat luas, apa saja ditempuh. Di sini aku selalu merepotkan suamiku karena dia harus mengantarku. Padahal dia kan juga punya kerjaan sendiri. Ya semoga secepatnya aku punya motor matic sendiri, jadi nggak ngerepotin dia terus buat sekedar belanja bahan atau mengantar pesanan, hehehe. Nggak perlu dipikir nggrantes juga ding. Mengingat sesuatu yang sudah jadi pillihan itu ya tetap dijalani dengan ikhlas walaupun pas capek-capeknya kadang ngeluh "Gini amat cari duit." Tapi aku selalu memupusnya dengan mengingat kehidupan yang kupunya hari ini. Keberuntungan yang diberikan tuhan padaku. Bagus deh gue hidup dekat kota mau ke mana-mana gampang, mau cari apa aja ada, tinggal gue aja yang getol, rajin-rajin cari penghidupan. Yah, alasan lain dibalik usaha ini juga kedepannya, kalau orderan banyak dan tiap hari ada aku bisa minta tolong bantuan orang lain. Dan kesempatan usaha ini untuk maju juga lebih besar. Mengingat jika aku tetap menekuni clay, bagaimanapun aku tetap membatasi orderan dan sepertinya juga tidak bisa meminta bantuan orang lain karena 90 % kerjaan tetap aku yang menangani. Hehehe. 

Alhamdulillah, pelan-pelan setiap iklan mulai banyak yang order. Untuk langkah pertama aku mecoba post di grup kuliner Salatiga. Eh, tapi pas pertama banget nyoba iseng-iseng post di sana dengan gambar kue potongan dengan foto seadanya, harga juga ngasal. Responnya cuma dilike-like. Kemudian aku berpikir untuk serius. Pada analisaku, aku harus punya foto produk dengan packagingnya. Jadi orang bisa membayangkan bagaimana bentuk dan ukuran kue itu. So, ini adalah foto kue yang pertama mendapat banyak respon. 



Padahal ini amat sangat biasa banget. Untuk deskripsi tentu ukuran kue, harga dan nomer WA, (by the nomerku hangus kelewat masa tenggang, apakah dia bisa kembali lagi. Jika bisa akan kutulis di blogku). Sampai saat ini aku masih fokus di kue tape. Karena responnya bagus, beberapa testimoni yang masuk bilang enak. Dan ada konsumen yang order sampai berulang-ulang. Alhamdulillah, ini merupakan pelecut semangatku untuk tetap tidak berhenti. Untuk saat ini, aku masih membuat varian produk yang lain yang prosesnya gampang dan enak. Oh ya, aku juga sering mencoba resep-resep orang untuk kurecook dan kuposting di intagram @dapurmawud. Baiklah sekian dulu curhat di pagi hari ini. Biarlah, tulisan akan jadi pengingat bagaimana awal ceritaku merintis usaha kue.