Selasa, 19 Juni 2018

Periksa Kandungan di RS Puri Asih Salatiga

Sejak telat haid sekitar semingguan aku nggak sabar buat ke dokter. Ya pengin tahu aja kayak gimana sih kondisi dalam rahim ketika hamil. Ini entah aku yang nggak sabaran atau karena pengalaman pertama hamil , jadi aku pengin menjaga sebaik-baiknya. Keputusan yang kami ambil adalah memeriksakan kandungan di RS Puri Asih Salatiga. Alasannya adalah beberapa temanku periksa dan lahiran juga di sana. Untuk dr Spognya sih ya ngikutin yang praktek itu siapa. Yaudah sih cus. Kalau kata temanku sih  dr. Zaky itu asyik, beliau suka menerangkan secara detail. Dan aku pengin sih dapat dokter yang komunikatif. Setelah pengalaman promil dapat dokter yang kayak memburu waktu dan antrian gitu. Jadi udah deh nggak ada komunikasi atau pengetahuan yang didapat. Padahal pertanyaan di kepala itu banyak banget.
Hari Senin pagi itu aku mendatangi Puri Asih Salatiga bersama suamiku. Sempat bingung dengan alur pendaftaran dan riuhnya para pasien yang berjubel, akhirnya kami dapat antrian setelah tanya-tanya. Tiba antrian kami receptionist menulis data pasien. Dan karena kita nggak pakai BPJS, so, harus bayar dulu sebesar 130 untuk tindakan dokter. Pada saat itu dokter yang bertugas bukan dokter yang kuinginkan melainkan dokter pengganti. Ya sudahlah nggak apa-apa kepalang tanggung udah di sini juga.
Setelah registrasi rampung kami mulai mengantri di ruang periksa kandungan. Di sana aku menyerahkan map yang berisi dataku pada perawat yang berjaga di depan. Jujur sih mejanya cukup berantakan dengan map-map pasien lain yang belum tertata. Aku nggak terlalu memerhatikan dapat giliran nomer berapa untuk periksa. Tak menunggu lama, aku dipanggil untuk cek tensi darah dan berat badan. Pada saat itu dapat perawat yang sepertinya agak nggak sabaran. “Ibu udah tes ppt?” tanya dia. Apa mbak tespek?” tanyaku. Dia senyum ngeledek. “Itu lho bu, tes pipis.” Lha, meneketehe tes ppt itu tes urin. Ah ya sudahlah, males juga bahas yang nggak enak-enak. Karena bakal ada yang nggak enak berikutnya.
Dalam sesi menunggu itu aku, aku memerhatikan sekeliling. Ada yang lebih lama menunggu dariku tapi belum dipanggil-panggil. Sedangkan, ada yang baru datang langsung masuk ruang periksa. Aduh, langsung negative thiking deh. Kok ruwet yah? Tapi ini masih disimpen saja sih di hati. Akhirnya tiba juga giliran periksa. Perasaan sih masih biasa saja, cuma bertanya-tanya kira-kira udah kelihatan belum ya?
Buka pintu terpampang seorang dokter yang kelihatan masih muda. Roman-romannya mirip dr strange. Aduh, sebenarnya aku agak males sih untuk cerita bagian periksa ini. Karena dokternya sama sekali nggak asik dan irit ngomong kalau nggak ditanya. Seingatku Cuma ditanya HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) habis itu berbaring buat usg perut. Diusek-usek dengan alat ternyata rahimku belum kelihatan apa-apa, wajar sih baru telat 5 hari. Bahkan kantungnya saja belum ada. “Saya usg lewat bawah ya” kata dokter. Aduh, males banget deh sebenarnya. Tapi kenapa aku tak sanggup menolak. Padahal ya harusnya nih, dokter memberikan opsi apa mau diperiksa trans v apa datang beberapa minggu lagi gitu kek. Ini nggak tau kenapa aku jadi sebel banget. Ya nggak sama dokternya juga sih. Sama diriku sendiri juga, kenapa juga gua diem ajah. Ya udah diperiksa deh transvaginal lewat jalan lahir. Jadi kayak ada alat semacam tongkat gitu dimasukin. Sakit sih enggak. Tapi rasanya nggak nyaman banget deh, mana agak lama lagi itu ditusuk-tusuk, wkwkwkwk. *sateekalee. Nyatanya belum juga kelihatan apa-apa. So, aku hanya disarankan untuk balik lagi satu bulan. Sama diresepin folavit dan obat penguat kandungan. Ini aku juga agak nyesel, kenapa harus gitu dikasih obat penguat padahal juga belum kelihatan apa-apa. mana tuh obat mahal lagi. Pada akhirnya nggak kuminum juga. Kenapa nggak kuminum? Nah diperiksa kehamilan kedua nanti akan kuceritakan. Jadi yang kuminum cuma folavit karena aku tahu ini suplemen penting juga untuk mencegah kecacatan karena mengandung asam folalt yang sangat dibutuhkan janin.

Selasa, 12 Juni 2018

Trimester I, Feel Hopeless, Cuma Pengin Makan Enak

Pikiranku lagi benar-benar kacau. Nggak tahu, apakah ini merupakan bagian mood swing ibu hamil. Tapi aku kerap merasakan perasaan seperti ini. Sebelum hamil juga. Yang jelas, hi kalut dan nggak tahu mesti ngapain. Padahal biasanya aku bisa menghilangkannya dengan mencoba-coba resep baru. Tapi, kali ini aku lagi males, semales-malesnya. Setiap bangun tidur badan rasanya nggak enak. Rasanya nggak bugar kayak biasanya. Jadiii, aku seringnya malah tiduran terus. Sungguh aku pun merasa merugi.

Terhitung, sejak HPHT tanggal 30 Maret sebenarnya aku nggak terlalu merasakan perubahan layaknya orang hamil. Tapi yang kerasa banget adalah PD jadi lebih kenceng, besar dan sakit. Kadang-kadang mual sih, cuma kayak kembung aja. Terus kalau habis bangun tidur bawaannya lemes banget. Tapi yang kayak gini harus dipaksain buat bangun dan beraktifitas, kalau nggak gitu malah badan rasanya nggak karu-karuan.

Jadi selama tahu hamil ini aktifitasku cuma ngerjain kerjaan rumah tangga aja. Pengin sih open order. Tapi kadang aku nggak yakin dengan kondisi fisikku yang berubah-ubah. Yang tahu-tahu lemes gitu aja. Lagian, kayaknya jalan sudah tidak segesit biasanya. Aduh, aku jadi tambah galau nih. Yups, ini yang kurasakan di minggu ke 5-6 kehamilanku.

Menuju minggu ke 7 badanku mulai enakan, padahal sempat mual ringan. Ringan banget sampai aku pikir ini sih paling mual kemasukan angin, hehehe. Soalnya aku merasa seterusnya biasa aja. Sehingga aku memutuskan untuk puasa karena nggak ada punya keluhan apapun. Aku masih doyan makan macem-macem. Jadi kupikir, nggak ada alasan untuk nggak puasa dong. Dengan puasa, malah badanku tambah enakan. Nggak ada mual sama sekali. Kadang sempat terbersit, ini beneran nggak sih aku hamil. Dari tanda yang masih kuyakini adalah, sampai detik ini PD masih sakit, tambah kencang dan padet. Di minggu ini aku mulai mau masak lagi, bikin es blewah, nggoreng kerupuk, nyayur dan bikin bakwan buat buka. Yups, aku kembali menyentuh dapur. Sayangnya, masih males banget untuk bikin aneka kue. Minggu-minggu ini sebenarnya aku sedang membangkitkan motivasi untukku sendiri. Sometimes, aku memang ngerasa hopeless. Yups, karena aku nggak berpenghasilan. Entah karena aku males atau takut terlalu capek. Karena setiap pekerjaan pasti butuh gerak cepat apalagi itu menyangkut tanggung jawab terhadap orang lain. Di sisi lain, aku merasa kayak nggak apa-apa. Tapi mengingat bahwa aku sedang hamil dan puasa pula. Aku urung untuk open order. Jadi, aku sebenarnya sedang krisis percaya diri dan kebanggaan bahkan untuk ngobrol-ngobrol receh tentang punya rumah dan bercanda masa depan dengan suamiku. 

Di Minggu ke 8 aku periksa ke dokter untuk yang kedua kalinya, semua baik-baik saja (akan kuceritakan di post selanjutnya) aku nggak punya keluhan sama sekali, laiknya cerita kebanyakan orang yang begitu menderita di trimester 1. Tentu aku sangat bersyukur sekali bahwa aku bisa makan apa saja yang kusuka. Yup mumpung suami lagi manjain dan nggak protes aku beli makanan yang enak-enak. Mungkin dia juga harus bersyukur istrinya hamil ngebo, dan nggak mesti ngurusin muntahan dan tetek bengek keluh kesah hamil trimester 1.   

Minggu ke 9 dan 10 sampai detik ini masih sama saja rasanya seperti minggu ke 8. Dan masih puasa sampai H-2. Cuma aku tuh suka banyak pikiran, misal ada masalah aku suka kepikiran banget sampai kadang tahu-tahu nangis sendiri sampai suamiku aja sering bingung. Oh ya, aku masih bisa makan apa saja *dengan catatan hanya yang kusuka. Jadi setiap buka puasa aku sering jajan di luar. Aku sama sekali nggak selera makan masakanku sendiri pun lauk-lauk yang dijual selama ramadhan. Iya sih, lidahku emang manja banget. Jadi makanan kesukaanku itu adalah ikan nila goreng, sambal udang, plencing kangkung ala SS itu favorit banget, terus nasi padang dengan lauk ayam goreng dada, sambel ijo dan sayur-sayuran ala padang. Hmm, habis itu apa yah, nasi goreng juga enak. Paling irit ya nasi kucing deh. itu pun satu tempat doang yang cocok di lidah. Suamiku sih manut-manut aja. Yup karena aku tekankan lagi sama dia bahwa dia harus bersyukur punya istri hamilnya enak banget, cuma ribet soal makan, lu turutin selera makan gua. Gitu aja gue udah bahagia. 

Selasa, 01 Mei 2018

Alhamdulillah, Akhirnya Positif

Ya Allah aku sampai lupa sujud syukur ketika mengetahui 2 strip muncul di garis test packku. Nggak sabar ngasih tahu suami berita gembira ini. Padahal dia masih tidoor. Ya, hari itu tepat 2 hari setelah haid aku coba tes. Sekitar jam 03.30 pagi aku bangun dan menampung urin pertama. Beberapa detik kemudian muncullah 2 garis yang sangat terang. Buru-buru ke kamar dan mendapati suamiku sudah ngulet-ngulet. Kukasih tahu dia dengan senyum yang semringah. Dia sendiri langsung melek seketika seakan tak percaya setelah penantian hampir 1.5 tahun. Akhirnya gol juga. Padahal rencananya jika aku haid bulan ini kami mau promil lagi ke dokter pada hari kedua menstruasi. Setelah sebelumnya kami juga pernah ke dokter. Dan hasilnya memang tidak ada masalah pada peranakkanku. Tinggal sabar saja. 

Jadi ceritanya, sebelum aku tahu hamil. Sekitar 10 hari menjelang jadwal menstruasi. Aku udah merasakan payudara (PD) sakit, pinggang pegal persis banget tanda-tanda kalau mau haid. Beda tipisnya nih, sakit di PD ini agak lebih nyeri sedikit. Ya udah sih, aku udah ngerasa pasti mau haid lagi. Walau agak kecewa tapi ya gimana lagi kalau memang belum dikasih yakan? mending gue praktekin resep-resep baru biar hidup makin bermanfaat dan pastinya ngilangin sedih. So, aku beraktivitas seperti biasanya, nerima orderan kue, belanja bahan-bahannya sampe keliling kota dari ujung-ke ujung jalan kaki. Nah di situlah aku merasakan capek yang luar biasa. Sampai besokannya capek itu nggak ilang-ilang. Jadi seluruh badan itu rasanya linu dan cenut-cenut. Di situ aku malah berpikir apakah gue asam urat ataukah kolesterol? berhubung badan tambah melar tak terkendali. hehehe. 

Maklum karena bulan April ini makanku sungguh banyak makan yang tidak bergizi. Mungkin karena desperate sehingga bodo amatlah, serah gue mau makan apa yang pengin dimakan meskipun sarat dengan micin. Sekitar H-5 - H-3 aku merasakan perut mulai mules seperti mau haid tapi ringaaan banget. Ini sih sama seperti yang kurasakan bulan-bulan lalu juga. So, aku sudah nggak mau kegeeran kalau belum bener-bener terlambat haid. Karena jatohnya bakalan sakit banget. Nah, pas hari H jadwalnya menstruasi, badanku kerasa nggak enak banget. Selain cuaca yang panas ditambah aku minum es which is aku jarang banget minum dingin. So, wajar kalau tiba-tiba aku tumbang, ngerasain tenggorokan sakit, demam plus kepala pening. Jadi yang aku rasain adalah gerah banget, suhu tubuh anget, dan pusing tapi lebih ringan dibanding demam radang tenggorokan. Jadi sakit yang smooth gitu, hahaha *paansih. 

Nah, tiga harian setelahnya rasanya udah enakan. Terus deh, kita mikir kapan ya bagusnya buat ke dokter. Beberapa bilang sih nunggu telat 2 minggu. Tapi ada yang saran untuk secepatnya. Ya, aku pikir karena ini bakal anak pertama kita seharusnya lebih cepat-lebih baik, minimal dapat vitamin lah. Jadi telat hari kelima aku dan suami pun ke dokter. Oke deh, next postingan bakal kuceritakan pengalaman ke dokter kandungan. 

Sekarang aku mau menerka-nerka apa ya kira-kira yang berhasil membuatku hamil bulan April ini. Dipikir-pikir justru asupan gizi bulan itu kurang banget, bahkan aku minum kopi sampai 3 kali, yang sebelum-sebelumnya aku sangat menghindari minuman-minuman sachetan. Bahkan biasanya aku bikin jus 3 diva agak rutin. Kemarin sama sekali enggak. Cuma emang aku latah sih ikut-ikutan di grup hamil promil folavit sama ever E. Itu juga nggak rutin kuminum, kalau inget aja. Mungkin nih ya....dari pihak suami. Karena selama ini aku doang yang digelonggong vitamin. Jadi kita beli madu SP buat suami. Madu SP itu madu subur pria. Nah, jodohnya madu Al Mabruroh, (kalau buat cewek). 

Madu ini diminum sebelum berhubungan. Mungkinkah karena ini? 
wallahu alam bisshowab, atau mungkinkah memang sudah rezekinya dikasih bulan ini. Atau karena doaku yang kuubah. Aku minta sama Allah untuk mengamanahiku kehamilan pada bulan April/Mei 2018. Jadi, aku menyebutkan doaku secara lebih spesifik. 

Selasa, 24 April 2018

Begini Rasanya Memulai Usaha Baru?

Jadi, mungkin sudah sebulanan ini aku mulai jualan kue. Setelah sejak tahun 2015 aku bergelut dengan clay. Sampai aku putuskan untuk memulai usaha baru. Tetep sih nggak jauh dari tepung-tepungan. Bedanya, satunya buat dipajang, satunya bisa dimakan. Menurutku, pasar untuk kue itu lebih luas walaupun ini terdengar mainstream banget. Setelah menjamurnya usaha kue artis di penjuru kota Indonesia. Biarlah, justru dari situ aku terinspirasi pengin punya produk sendiri. Aku selalu kagum dengan orang-orang yang punya usaha, terutama di bidang kuliner. Entah dia buat sambel, rendang dan segala jenis lauk pun makanan yang dikemas dengan baik sehingga bisa diperjualbelikan.

Awal aku memutuskan untuk mecoba peruntungan di usaha kue ini karena pesanan untuk clay mulai sepi. Ini kemungkinan karena aku jarang iklan dan tidak inovatif. Produkku mandek di model yang itu-itu saja. Aku pun nggak mencoba membuat bentuk baru yang lebih variatif. Bisa jadi kebosanan melandaku, sehingga semangatku di clay ini sangat menurun. Sebenarnya pasar souvenir clay ini termasuk bagus. Selain unik, lucu dan sangat jarang orang bisa dengan keahlian ini. Apalagi, clayku ini termasuk murah. Tapi, apa mau dikata hidup terus berjalan, tak bisa mengandalkan satu sumber penghasilan. Lagi, aku punya cita-cita untuk punya rumah sendiri. Itu sangat berat, masak suamiku saja? kasihan dia. hehehe. 

Jujur, keuntungan jualan clay dan makanan itu tidak bisa dibandingkan. Apalagi di awal-awal begini. Dalam clay keuntungan bisa hampir 70 % karena di sini yang dibeli adalah kreativitas. skill dan imajinasi, bahannya pun murah karena buat sendiri. Sedangkan kue, bahan-bahannya banyak, modal yang dikeluarkan dan keuntungan yang didapat beda tipis. Misalkan untuk membeli bahan-bahan lagi, hanya tersisa beberapa puluh ribu. Dan capeknya itu luar biasa ketika pesanan sedang banyak-banyaknya. Bayangkan, aku harus mencuci bowl mixer dan pengaduknya berulang-ulang kali setiap digunakan untuk memixer satu loyang kue. Untuk dipakai lagi harus dilap sebersih-bersihnya sampai tidak ada tetesan air, karena itu bakal bikin kue bantet, sehingga aku mengelapnya pakai tisu. Karena lap kurang maximal menyerap air. 

Belum sampai di situ. Terlebih yang menguras tenaga adalah ketika konsumen minta delivery order. Mau bagaimana lagi, demi produk bisa dikenal masyarakat luas, apa saja ditempuh. Di sini aku selalu merepotkan suamiku karena dia harus mengantarku. Padahal dia kan juga punya kerjaan sendiri. Ya semoga secepatnya aku punya motor matic sendiri, jadi nggak ngerepotin dia terus buat sekedar belanja bahan atau mengantar pesanan, hehehe. Nggak perlu dipikir nggrantes juga ding. Mengingat sesuatu yang sudah jadi pillihan itu ya tetap dijalani dengan ikhlas walaupun pas capek-capeknya kadang ngeluh "Gini amat cari duit." Tapi aku selalu memupusnya dengan mengingat kehidupan yang kupunya hari ini. Keberuntungan yang diberikan tuhan padaku. Bagus deh gue hidup dekat kota mau ke mana-mana gampang, mau cari apa aja ada, tinggal gue aja yang getol, rajin-rajin cari penghidupan. Yah, alasan lain dibalik usaha ini juga kedepannya, kalau orderan banyak dan tiap hari ada aku bisa minta tolong bantuan orang lain. Dan kesempatan usaha ini untuk maju juga lebih besar. Mengingat jika aku tetap menekuni clay, bagaimanapun aku tetap membatasi orderan dan sepertinya juga tidak bisa meminta bantuan orang lain karena 90 % kerjaan tetap aku yang menangani. Hehehe. 

Alhamdulillah, pelan-pelan setiap iklan mulai banyak yang order. Untuk langkah pertama aku mecoba post di grup kuliner Salatiga. Eh, tapi pas pertama banget nyoba iseng-iseng post di sana dengan gambar kue potongan dengan foto seadanya, harga juga ngasal. Responnya cuma dilike-like. Kemudian aku berpikir untuk serius. Pada analisaku, aku harus punya foto produk dengan packagingnya. Jadi orang bisa membayangkan bagaimana bentuk dan ukuran kue itu. So, ini adalah foto kue yang pertama mendapat banyak respon. 



Padahal ini amat sangat biasa banget. Untuk deskripsi tentu ukuran kue, harga dan nomer WA, (by the nomerku hangus kelewat masa tenggang, apakah dia bisa kembali lagi. Jika bisa akan kutulis di blogku). Sampai saat ini aku masih fokus di kue tape. Karena responnya bagus, beberapa testimoni yang masuk bilang enak. Dan ada konsumen yang order sampai berulang-ulang. Alhamdulillah, ini merupakan pelecut semangatku untuk tetap tidak berhenti. Untuk saat ini, aku masih membuat varian produk yang lain yang prosesnya gampang dan enak. Oh ya, aku juga sering mencoba resep-resep orang untuk kurecook dan kuposting di intagram @dapurmawud. Baiklah sekian dulu curhat di pagi hari ini. Biarlah, tulisan akan jadi pengingat bagaimana awal ceritaku merintis usaha kue. 

Sabtu, 17 Maret 2018

Laptop Apple Macbook Original dan Tips Membelinya Dari Internet

Internet merupakan tempat yang tepat untuk belanja online sesuai dengan cara belanja sekarang ini yang lebih memilih untuk dapat belanja dengan mudah, cepat, dan juga praktis. Sehingga tidak heran apabila sekarang ini banyak orang lebih memilih untuk belanja melalui internet dengan segala macam keuntungan yang bisa didapatkan dari cara belanja yang satu ini. Anda bisa untuk membeli berbagai barang termasuk juga barang elektronik yang dibutuhkan dari kipas angin, AC, televisi, radio, handphone, hingga laptop dengan pilihan berbagai merek. Misalnya untuk merek laptop terbaik yang banyak dicari oleh masyarakat adalah produk dari Apple yang menawarkan laptop macbook sebagai laptop yang berkualitas. Bagi Anda yang menyukai laptop Apple Macbook  bisa untuk membeli merek laptop ini juga lewat online dengan beberapa tips sebagai pertimbangan sebagai berikut:
sumber gambar www.apple.com

1. Pilih situs yang tepat

Langkah pertama untuk memilih laptop dari Apple macbook yang tepat adalah dengan membeli di situs yang tepat. Terdapat banyak situs yang menawarkan laptop sebagai barang elektronik yang bisa dibeli. Misalnya ada laptop yang bisa dibeli di toko online seperti website yang menjual berbagai peralatan elektronik. Selain itu juga ada situs yang tepat seperti toko online terpercaya yang bisa dibeli seperti toko Apple langsung. Atau juga bisa untuk membeli macbook yang diinginkan di berbagai situs belanja online yang ada dan bisa dipilih oleh masyarakat.

2. Pilih situs yang mempunyai toko official

Apabila Anda memilih untuk membeli laptop Apple Macbook di situs jual beli online terpercaya maka akan lebih baik untuk memilih situs yang mempunyai toko official dari Apple. Sehingga keamanan untuk membeli macbook yang anda iinginkan akan lebih terjaga. Selain itu harganya juga akan lebih terjangkau karena dari toko official Apple sendiri. Di Indonesia sendiri mempunyai beberapa situs yang mempunyai toko official dari Apple yang dapat dipilih untuk membeli macbook yang Anda inginkan. Sehingga akan lebih aman ketika membeli dari toko official tersebut dan yang pasti barangnya adalah asli.

3. Perhatikan spesifikasi yang ditawarkan

Ketika akan membeli sebuah laptop hal lainnya yang harus diperhatikan adalah dari spesifikasi laptop tersebut. Bagi Anda yang ingin membeli laptop macbook dari Apple perhatikan dulu spesifikasi yang Anda inginkan. Perhatikan spesifikasi yang ditawarkan oleh laptop tersebut dari processor yang digunakan, RAM, ROM, ukuran layarnya, dan hal lainnya yang bisa dipilih sesuai dengan kegunaan laptop tersebut.

4. Perhatikan harganya

Ketika akan membeli laptop Apple ini tentu saja Anda juga harus memperhatikan harga yang ditawarkan. Pilihlah laptop yang sesuai dengan budget yang Anda miliki sehingga menyesuaikan harga laptop dan juga spesifikasi yang dibutuhkan. Dengan begitu Anda bisa untuk mendapatkan laptop macbook dari Apple yang mempunyai harga sesuai budget. Jangan lupa juga untuk memilih laptop macbook yang sesuai dengan harga yang Anda miliki.

5. Perhatikan fitur toko

Dan langkah terakhir untuk membeli laptop macbook Apple di internet adalah dengan memilih fitur toko yang ada di Internet. Ketika membeli barang elektronik di internet Anda harus memilih toko yang tepat yaitu toko memberikan garansi, toko yang menawarkan gratis untuk ongkos kirim, memberikan asuransi sehingga barang dapat sampai dengan selamat, dan juga berbagai macam fitur lainnya. Fitur toko tersebut dapat menjadi penentu untuk memilih toko yang tepat dan dapat membeli Apple macbook secara online di internet.

Selasa, 27 Februari 2018

Mengulas Tentang Kelebihan dan Kekurangan Hp Xiaomi Redmi 3 yang Perlu Anda Ketahui

Redmi 3 telah menjadi penerus Xiaomi redmi 2 dan Xiaomi redmi 2 prime yang mana saat ini sudah banyak mengalami banyak peningkatan sekaligus perubahan yang pada berbagai sektornya. Sehingga dengan perubahan itulah yang sudah menghadirkan hp Xiaomi redmi 3 yang sudah menjadi smartphone canggih yang menjadi incaran banyak para masyarakat setempat. Karena bagi masyarakat yang selalu mengikuti pada perkembangan jaman, maka peran hp adalah suatu hal yang sangatlah penting untuk diikuti, sehingga wajar saja bila banyak para masyarakat yang berkeinginan untuk memilikinya.

Bagi Anda yang saat ini berkeinginan untuk membeli Xiaomi redmi 3, maka tidak perlu merasa kebingungan lagi, karena Anda dapat untuk mengintip pada beberapa kelebihan sekaligus kekurangan yang ada pada Xiaomi redmi 3 yang memang harus Anda ketahui sebelum memutuskan Anda membelinya. Karena Anda menjadi pembeli haruslah jeli dan pandai agar Anda tidak menjumpai jenis hp android yang salah dan tidak sesuai dengan selera atau tidak sesuai dengan kebutuhan Anda.

Minggu, 04 Februari 2018

Periksa Gigi di Puskesmas Siderojo Lor Salatiga

Hari Jum’at kemarin, aku memeriksakan gigi ke Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga. Kemarin itu udah ketunda selama seminggu karena pas kesana hari Kamis yang jadwalnya khusus buat periksa gigi balita. Ya sudah akhirnya balik di hari Jum’at minggu depannya.

Ini kali pertamanya aku merasakan sakit gigi yang begitu mengganggu dan bikin emosi. Gigi gerahamku bolong udah cukup lebar. Tadinya sih nggak cenut-cenut. Lama-kelamaan bikin kesel karena setiap malam selalu kumat. Mungkin kena angin malam kali ye karena giginya udah ngga selimutan, hihihi. Sakit gigi ini sih udah kerasa sebulan belakangan. Pertamanya sih untuk menghilangkan rasa sakit aku kumur pakai air hangat campur garam, lama-kelamaan ya nggak mempan, lalu kukunyah bawang putih. Ya Salaam pedesnya ampun deh. Yang ini kerasa khasiatnya sih, gigi yang tadi nyut-nyutan nggak karuan jadi netral kembali. Okelah kali ini ngandelin bawang putih dulu. Eh, lama kelamaan ya bosen juga kepedesan sampai keluar air mata. Ini sih pedesnya ngelebihin cabe. Karena ngunyahnya langsung satu suing sih, habis kalau sedikit juga nggak mempan.

Lama-kelamaan kagak nahan akhirnya beli obat deh di apotik, obatnya yang nggak perlu diminum. Yak inilah obat Kakak Tua yang setiap malam kucocol ke gigi geraham.

Yaudah akhirnya berpikir untuk ditambal di puskesmas yang gretongan. Ini kali kedua aku ke Puskesmas Sidorejo Lor. Yang pertama dulu karena sakit maag. Karena petugas yang didepan belum datang. Akhirnya nulis sendiri tuh biodata. Disana udah pakai sistem antri yang pakai mesin *apaan sih namanya.

Ruang gigi dan mulut ada di lantai atas. Disela ngantri beberapa orang aku iseng nimbang, what! Betapa girangnya hatiku bisa turun 3 kilo. Tapi sekejap aku berpikir relistis, nggak mungkin pasti timbangannya yang nggak bener, beratku yang tadinya 48 kok jadi 45. Padahal badan gueh ajeg aja kayak roti pisang. Usut-punya usut memang settingan timbangannya udah kacau.

Tiba giliran gigiku diperiksa. Terus dipukul-pukul, “Sakit bu.” Sesakit ditanya “Udah isi apa belum? Wkwkwk *vret ah. “Gini mbak, sementara saya kasih obat dulu ya, karena ini infeksi dari agar giginya, ditambal pun sulit karena bolongnya menghadap belakang, jelas bor nggak bisa masuk, jadi nggak bisa ditambal. Yah, cuma ngebatin emang bolong bisa memilih untuk menghadap kemana. Hadehh KAKAK TUA lagi deh, Pedess  pedess deh. Aduh padahal aku lagi mengurangi konsumsi obat-obatan medis. Sampai sekarang aku belum tahu lagi mau kuapakan lagi. Mungkin ke dokter gigi adalah opsi yang kupunya.